Showing posts with label perkembangan balita. Show all posts
Showing posts with label perkembangan balita. Show all posts

Friday, 20 July 2012

Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya


Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya

Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya tentu sangat penting bagi ibu ibu, terutama bagi yang mungkin baru mempunyai anak pertama. Berikut adalah tahap perkembangan bayi baru lahir sampai 12 bulan dan bayi sehat pada umumnya. Namun tahap perkembangan bayi berbeda beda satu dengan yang lain, sehingga acuan ini bisa digunakan untuk memantau dan mengetahui tahap perkembangan bayi dan bayi sehat pada umumnya yach…
Selama 9 bulan bayi berada dalam rahim ibu yang tentunya hangat dan nyaman, tidak heran jika pada minggu pertamanya bayi akan menghabiskan waktunya untuk tidur.Bukan hal yang aneh, karena tidur bayi ini pun adalah cara bayi untuk membiasakan diri menyesuaikan dan mengenal dunia barunya, dan tentunya ini menjadi masa perkenalan juga dengan ibunya.
Setiap bayi dilengkapi dengan gerakan refleks yang alami. Gerakan ini menjadi cara bayi untuk dapat menyesuikan diri terhadap lingkungan sekitarnya di awal awal kehidupannya. Misalnya saja ketika ibu menyentuh telapak tangan si bayi pasti secara insting bayi pun akan menoleh bahkan mencoba menggenggam jari ibu, atua saat ibu mencoba menaruh sesuatu kemulutnya pasti dia akan mencoba untuk menghisapnya.

Yukkk sekarang kita mulai bahas mengetahui tahap perkembangan bayi dan bayi sehat sesuai umurnya tentunya smoga bisa digunakan sebagai acuan ibu dan ibu ibu muda yach…..

Usia 0-3 bulan :

Pada tahap ini gerakan reflek bayi akan sedikit demi sedikit menghilang. Hilangnya gerakan refleks pada bayi ini akan di ganti dengan tahap muncilnya gerakan motorik kasar. Biasanya bayi  mulai bisa menatap, senyum, dan sudah mulai mengeluarkan suara. Terkadang juga mengangkat kepala jika bayi mulai tengkurap.

Usia 4-6 bulan :

Diusia ini mengetahui tahap perkembangan bayi dan bayi sehat sesuai umurnya bayi sudah bisa tengkurap y ibu…selain itu bayi juga sudah bisa bermain denga kedua tangannya,memasukannya kedalam mulut, tertawa, bergurau, guling gulingkan badanya, berusaha meraih menyentuh atau mengambil mainan, juga sudah dapat membedakan suara dan mencari sumber suara loh Bu. Selain Itu bayi juga bayi mulai belajar memindahkan mainan dari tangan satu ke tangan yang lainnya.

Usia 7-8 bulan :

Diusia ini Bayi ibu tentu sudah semakin menggemaskan yach….tingkah polahnya lucu sekali, berasa kangen dia terus…:D. Sekarang bayi ibu sudah bisa membalikan badan, bermain dengan tangan dan kakinya, mulai senang mengoceh, belajar duduk, memperhatikan gerak gerik orang-orang disekitarnya, merangkak, dapat berdiri tegak apabila dipegang, dan juga sudah bisa diajak Ciluk Ba lo ibu…

Usia 10-12 bulan :

Diusia ini bayi ibu sudah mulai belajar berbicara bisa mengucapkan 1 sampai 2 suku kata misalnya “ mama” atau “ papa”, merangkak dengan cepat, belajar berdiri sendiri dengan berpegangan, memegang benda dengan lebih kuat daripada sebelumnya, belajar berjalan kesamping atau merambat dengan berpegangan atau malah bisa berjalan sendiri…mengagunmkan kan Bu…
Nah demikian ibu Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi  Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya penting kiranya. Seperti  kata saya diatas tadi setiap bayi mempunyai tahap tahap perkembangan yang berbeda, namun setiap ibu haruslah tahu tahap demi tahap umum pada bayi agar ibu selalu bisa menstimulasi tiap perkembangan bayi ibu…

Tumbuh Kembang Anak Balita


Mencermati Tumbuh Kembang Anak Balita

Cermatilah tumbuh kembang anak balita anda, sehingga anak bisa mendapatkan stimulasi yang tepat dari orang tua dan dapat segera ditangani apabila ada masalah.
Istilah “tumbuh” biasanya digunakan sebagai acuan untuk aspek-aspek fisik yang mengalami perubahan, seperti tinggi badan, berat badan, dan lainnya. Sedangkan istilah “kembang” digunakan sebagai bahan acuan untuk aspek-aspek psikologis, seperti kognisi ataupun sosioemosional. Peran perubahan fisik dan psikologis pada tumbuh kembang anak adalah sama pentingnya.
Pada rentang usia tertentu seorang anak diharapkan bisa memiliki kemampuan tertentu, misalnya pada usia 8-9 bulan dapat duduk sendiri atau sudah bisa berjalan di usia 12-13 bulan. Akan tetapi setiap anak adalah unik, ada area-area dimana perkembangannya lebih maju, dan ada pula area dimana dia lebih tertinggal. Pada dasarnya ada 4 aspek tumbuh kembang anak, yaitu 1.fisik-motorik, 2.kognitif dan emosi, 3.bahasa/bicara, dan 4.sosial.
Orang tua sangat diharapkan memiliki dasar pengetahuan agar dapat mendeteksi jika ada masalah dalam tumbuh kembang anak, caranya bisa dengan mencocokkan perkembangan yang sudah dicapai si anak dengan tugas-tugas perkembangan yang harusnya sudah dikuasainya. Pengetahuan itu juga memungkinkan si anak mendapatkan stimulasi perkembangan secara optimal.
Orang tua harus mengkonsultasikan kepada ahlinya jika sang anak mengalami gangguan. Umumnya bila anak mengalami keluhan fisik (pertumbuhan), orangtua perlu mendatangi dokter terlebih dahulu (dokter anak atau dokter umum), jika keluhannya psikologis (perkembangan), seperti tidak bisa diam, perhatiannya kurang, atau tidak bisa bermain dengan anak sebayanya, maka orang tua perlu mendatangi psikolog. Kadang kala faktor fisik dan psikologis ini juga saling mempengaruhi. Karena itu orang tua bisa mendapatkan penjelasan dan mengetahui langkah lebih lanjut dari ahlinya.
1. Pertumbuhan fisik-motorik: Pertumbuhan fisik anak saat usia-usia awal perlu dimonitor, kurang optimalnya pertumbuhan menandakan ada sesuatu pada diri anak. Tumbuh kembang anak pada aspek fisik mencakup Berat Badan, Tinggi Badan, Lingkar Kepala, dan Tonus Otot. Sedangkan Perkembangan motorik dibagi menjadi motorik kasar, yaitu gerakan fisik yang memerlukan keseimbangan dan koordinasi antar anggota tubuh, dengan menggunakan otot-otot besar, sebagian atau seluruh anggota tubuh. Motorik Halus berkaitan dengan perkembangan fleksibilitas tangan dan jari jemari untuk melakukan aktivitas seperti menyuapkan makanan ke mulut, menggambar, menulis, berpakaian, ataupun permainan yang membutuhkan koordinasi tangan, juga termasuk koordinasi otot-otot kecil di daerah oral, seperti lidah, bibir, dan otot pipi.
2. Perkembangan Kognitif dan Emosi: Proses kognitif merupakan proses seseorang memperoleh pengetahuan tentang dunia, yang meliputi proses berpikir, belajar, menangkap, mengingat, dan memahami. Perkembangan kognitif adalah pertumbuhan dan perkembangan kapasitas intelektual. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam perkembangan kognitifnya adalah Lingkungan, dimana lingkungan yang penuh kasih dan cukup rangsangan kemungkinan besar akan meningkatkan taraf kecerdasan anak, lalu Kematangan, dimana perkembangan susunan saraf yang matang akan menjdikan fungsi-fungsi oran tubuh/indra lebih sempurna, serta Pengaruh sosial, dimana hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, seperti pengasuhan, pendidikan akan memberikan pengaruh pada perkembangan kognitif anak. Perkembangan emosi dimulai sejak anak lahir hingga besar. Anak mengembangkan emosinya melalui pengalaman yang didapat dengan berinteraksi dengan orang di sekitar dan lingkungannya. Reaksi emosi itu antara lain: Takut, Cemas, Marah, Cemburu, Iri hati, Sedih, Sayang, dan Gembira.
3. Perkembangan Bahasa: kemampuan berbahasa adalah kemampuan seseorang untuk mengekspresikan kebutuhan dan keinginannya, bahkan yang abstrak dan kompleks sekalipun, melalui rangkaian kata bermakna sehingga dapet dipahami oleh lingkungannya. Kemampuan ini sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Oleh karena itu sering-seringlah mengajak anak berbicara agar kemampuan bahasanya berkembang. Dengan menguasai bahasa, anak mengerti aturan berkomunikasi yang akan berguna sampai dewasa, termasuk tata cara dan sopan santun berbahasa.
4. Perkembangan Sosial: perkembangan ini menunjukkan kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dan mengembangkan tingkah laku sosialnya agar dapat bersosialisasi dengan baik. Perkembangan ini mencakup 4 hal, yaitu: kemampuan Interpersonal, yang merupakan keterampilan yang digunakan dalam interaksi sosial, seperti bersahabat, menolong, menerima dan memberi pujian, lalu kemampuan untuk diterima teman sebaya, keterampilan mengatur diri sendiri dalam situasi sosial, serta keterampilan berkomunikasi untuk menjalin hubungan baik dengan menjadi pendengar yang responsif, memberi perhatian, dan lainnya. Sejak umur setahun, orang tua dapat mengajarkan pada anak keterampilan sosial dengan cara memberikan contoh langsung, seperti mengucapkan terima kasih, meminta tolong, mengantre, mengucapkan permisi, berbagi, serta belajar untuk meminta maaf.
sumber :http://berbinarbinar.com/tips-kesehatan/tips-kesehatan-anak/mencermati-tumbuh-kembang-anak-balita.html

Blog Archive