Showing posts with label bayi. Show all posts
Showing posts with label bayi. Show all posts

Friday, 20 July 2012

ternyata bayi memiliki kemampuan luar biasa


TERNYATA ANAK BAYI MEMILIKI KEMAMPUAN LUAR BIASA!

Banyak hal yang tidak bisa kita pahami dari anak bayi. Meksipun kita sebagai orang tuanya. Kebanyakan kita hanya menduga – duga setiap feed back yang diberikan oleh anak bayi atas apa yang diberikan oleh orang – orang disekitarnya.

Ternyata, anak bayi memiliki kemampuan yang luar biasa, yang pada kenyataannya akan hilang saat anak bayi menjadi dewasa.

1.  Memproses data dalam kecepatan tinggi

Keren yaahh..kita tidak pernah tahu bahwa otak anak bayi yang kecil bekerja lebih keras dan cepat daripada orang dewasa.Anak bayi terlahir dengan 100 triliun neuron, dank arena segala seuatunya  masih baru, otak itu akan terus memproses dunia disekitar mereka. Kemampuan ini akan hilang ketika menginjak umur 5 tahun, dan hanya yang sering digunakan saja yang akan tetap bertahan
Orang dewasa bisa berusaha mendapatkan kemampuan ini kembali dengan bertindak seperti anak bayi, caranya dengan laitah otak, yang bisa dilakukan dengan main game papan atau solitaire yang akan membantu restrukturisasi otak sehingga membuat otak lebih tajam dan cepat.

2. Irama yang tepat

Periset membuktikan bahwa ketika anak bayi yang berumur beberapa hari dimaikan ketukan ritmik, teknik imaging otak mengungkapkan, bahwa semua anak bayi tahu ketika pukulan dihentikan bahkan hanya dalam hitungan detik. Para ahli menduga ini dikarenakan anak bayi terbiasa dengan denyut ibu ketika dalam kandungan, yang ini berarti bahwa setiap manusia dilahirkan dengan ketukan. Hanya saja kemampuan ini akan hilang jika tidak terkespos lagi.
Orang dewasa bisa mendapatkan kemampuan indra irama lagi dengan mendengarkan music dengan ketukan yang mantap.

3.  Membaca bibir

Anak bayi mungkin belum bisa bicara, tapi mereka tahu apa yang diucapkan oleh ayah, ibu atau orang – orang di sekitarnya. Studi – studi menunjukkan, anak bayi dapat membedakan bunyi seperti ee dan ah hanya dengan membaca bibir seseorang. Padahal orang yang berlatih membaca bibirpun hanya memiliki tingkat kesuksesan 50 % saja.
Untuk bisa memiliki kemampuan tersebut bagi orang dewasa, matikan volume acara yang pernah anda tonton sebelumnya. Konsentrasi melihat, karena itu bisa membantu anda menemukan kembali kemampuan membaca bibir yang bisa digunakan untuk memahami orang bahkan ketika anda tidak bisa mendengar mereka.
Luar biasa yaa..ternyata ketika kita menjadi anak bayi – pun sudah memiliki kemampuan  luar biasa, yang meskipun mungkin hilang karena factor kebiasaan dan perkembangan umur kita, bisa kita dapatkan lagi dengan latihan –latihan yang rutin. Selamat mencoba dan menemukan kembali kemampuan luar biasa kita sebagai anak bayi lagi yaahh… :)


Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya


Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya

Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya tentu sangat penting bagi ibu ibu, terutama bagi yang mungkin baru mempunyai anak pertama. Berikut adalah tahap perkembangan bayi baru lahir sampai 12 bulan dan bayi sehat pada umumnya. Namun tahap perkembangan bayi berbeda beda satu dengan yang lain, sehingga acuan ini bisa digunakan untuk memantau dan mengetahui tahap perkembangan bayi dan bayi sehat pada umumnya yach…
Selama 9 bulan bayi berada dalam rahim ibu yang tentunya hangat dan nyaman, tidak heran jika pada minggu pertamanya bayi akan menghabiskan waktunya untuk tidur.Bukan hal yang aneh, karena tidur bayi ini pun adalah cara bayi untuk membiasakan diri menyesuaikan dan mengenal dunia barunya, dan tentunya ini menjadi masa perkenalan juga dengan ibunya.
Setiap bayi dilengkapi dengan gerakan refleks yang alami. Gerakan ini menjadi cara bayi untuk dapat menyesuikan diri terhadap lingkungan sekitarnya di awal awal kehidupannya. Misalnya saja ketika ibu menyentuh telapak tangan si bayi pasti secara insting bayi pun akan menoleh bahkan mencoba menggenggam jari ibu, atua saat ibu mencoba menaruh sesuatu kemulutnya pasti dia akan mencoba untuk menghisapnya.

Yukkk sekarang kita mulai bahas mengetahui tahap perkembangan bayi dan bayi sehat sesuai umurnya tentunya smoga bisa digunakan sebagai acuan ibu dan ibu ibu muda yach…..

Usia 0-3 bulan :

Pada tahap ini gerakan reflek bayi akan sedikit demi sedikit menghilang. Hilangnya gerakan refleks pada bayi ini akan di ganti dengan tahap muncilnya gerakan motorik kasar. Biasanya bayi  mulai bisa menatap, senyum, dan sudah mulai mengeluarkan suara. Terkadang juga mengangkat kepala jika bayi mulai tengkurap.

Usia 4-6 bulan :

Diusia ini mengetahui tahap perkembangan bayi dan bayi sehat sesuai umurnya bayi sudah bisa tengkurap y ibu…selain itu bayi juga sudah bisa bermain denga kedua tangannya,memasukannya kedalam mulut, tertawa, bergurau, guling gulingkan badanya, berusaha meraih menyentuh atau mengambil mainan, juga sudah dapat membedakan suara dan mencari sumber suara loh Bu. Selain Itu bayi juga bayi mulai belajar memindahkan mainan dari tangan satu ke tangan yang lainnya.

Usia 7-8 bulan :

Diusia ini Bayi ibu tentu sudah semakin menggemaskan yach….tingkah polahnya lucu sekali, berasa kangen dia terus…:D. Sekarang bayi ibu sudah bisa membalikan badan, bermain dengan tangan dan kakinya, mulai senang mengoceh, belajar duduk, memperhatikan gerak gerik orang-orang disekitarnya, merangkak, dapat berdiri tegak apabila dipegang, dan juga sudah bisa diajak Ciluk Ba lo ibu…

Usia 10-12 bulan :

Diusia ini bayi ibu sudah mulai belajar berbicara bisa mengucapkan 1 sampai 2 suku kata misalnya “ mama” atau “ papa”, merangkak dengan cepat, belajar berdiri sendiri dengan berpegangan, memegang benda dengan lebih kuat daripada sebelumnya, belajar berjalan kesamping atau merambat dengan berpegangan atau malah bisa berjalan sendiri…mengagunmkan kan Bu…
Nah demikian ibu Mengetahui Tahap Perkembangan Bayi  Dan Bayi Sehat Sesuai Umurnya penting kiranya. Seperti  kata saya diatas tadi setiap bayi mempunyai tahap tahap perkembangan yang berbeda, namun setiap ibu haruslah tahu tahap demi tahap umum pada bayi agar ibu selalu bisa menstimulasi tiap perkembangan bayi ibu…

tahap perkembangan bayi


Tahap Perkembangan Bayi yang Baru Lahir


Kebanyakan ibu merasa kewalahan menghadapi Tahap Perkembangan Bayi yang baru lahir. Terutama pada ibu baru yang melahirkan anak pertamanya.
Pada minggu – minggu pertama, sang ibu baru tentu sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari suami dan keluarganya karena suasana rumah yang akan mendadak menjadi heboh oleh suara tangisan bayi, ibu yang terlalu lelah karena harus begadang setiap malam, dan berbagai kehebohan lainnya.
Hal ini wajar karena, masa ini adalah masa adaptasi serta perkenalan antara ibu dan bayi dan juga anggota keluarga lainnya.
  • Cara Bayi Baru Lahir Berkomunikasi

Karena bayi yang baru lahir belum bisa apa – apa, tentu saja satu – satunya cara yang digunakannya dalam berkomunikasi secara efektif adalah dengan menangis. Bayi akan menangis ketika ia lapar, haus, tidak nyaman karena popoknya basah atau kotor, dan lain sebagainya. Dengan menangis, tentu saja si bayi akan mendapatkan respon yang cepat dari ibu dan juga orang – orang sekitarnya. Dengan begitu, ibu juga bisa mulai mempelajari tentang beda tangisan si kecil. Tangisan saat lapar atau kapan bayi tersebut ingin tidur.
  • Gerakan Refleks Bayi Baru Lahir

Meski tampaknya ia belum bisa apa – apa, bayi yang baru lahir juga bisa melakukan gerakan refleks untuk menyesuaikan diri pada orang – orang dan lingkungan sekitarnya. Gerakan – gerakan refleks tersebut seperti tangannya yang langsung menggenggam ketika jari kita menyentuhnya, lidahnya yang langsung ingin menjilat dan menghisap ketika kita dekatkan sesuatu ke bibirnya, serta kepalanya yang langsung menoleh ketika pipinya disentuh. Gerakan – gerakan refleks tersebut tentunya akan berkembang seiring dengan berkembangnya Tahap Perkembangan Bayi ibu.
  • Bagaimana Bayi Baru Lahir Melihat

Di awal kehidupannya, si kecil tentu saja belum memiliki indera penglihatan yang sempurna. Penglihatannya masih kabur dan tidak jelas, hanya di jarak kurang dari 25 cm saja ia bisa melihat wajah anda. Namun, hari demi hari penglihatannya akan semakin jelas dan akan menjadi jelas di usia 3 – 6 bulan. Si kecil akan semakin jelas melihat dunianya dalam bentuk tiga dimensi setelah berumur kurang lebih 8 bulan setelah sebelumnya ia mengenali orang – orang di sekitarnya melalui suara, bau, suara degub jantung, dan cara menyentuh atau menggendong.
sumber http://berbinarbinar.com/tips-kesehatan/tips-kesehatan-anak/tahap-perkembangan-bayi-yang-baru-lahir.html

Penyakit Pertama Si Buah Hati

Penyakit Pertama Si Buah Hati

Di tahun pertama, bayi normal umumnya sehat-sehat saja. Kalaupun ia sakit, hampir semua penyakitnya lazim dialami bayi pada masa itu, misalnya alergi, batuk, pilek, infeksi telinga, atau ruam popok. Sakit pertama yang diderita bayi biasanya membuat orang tua cemas. Mengenali gejala penyakit sangat membantu memutuskan tindakan yang tepat pada waktu yang tepat. Semoga informasi berikut dapat membantu Anda mengenali penyakit si kecil. 
1. Batuk-Pilek

Gejala : Hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun.

Perawatan : Bila sangat mendesak (misalnya bayi tidak dapat bernapas), beri obat tetes hidung 1-2 tetes di setiap lubang hidung. Lalu keluarkan lendir dengan \'bola penyedot\'. Bila lendir sudah mengeras, Anda bisa memakai obat tetes hidung untuk melunakkannya. Saat bayi tidur, posisikan kepala lebih tinggi dari badan, atau telungkupkan badannya. Untuk mengurangi penyumbatan hidung, jauhkan bayi sementara dari ruangan ber-AC.

Durasi : 2-3 hari. Jika batuk berlangsung lebih dari 3 hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

2. Infeksi Telinga

Gejala : jika infeksi sudah sampai di telinga bagian tengah, bayi akan merasa nyeri, terutama di malam hari sehingga menjadi rewel. Bayi juga akan mengalami demam ringan atau sangat tinggi, letih, dan mudah marah. Telinganya mungkin mengeluarkan bau tak sedap.

Perawatan : Jangan mencoba merawat sendiri. Segera bawa ke dokter dan gunakan obat tetes telinga jika diresepkan, secara teratur.

Durasi : 2-3 hari

3. Diare

Gejala : Muntah, tanpa atau disertai demam. Tinja encer dengan frekuensi pengeluaran lebih dari 3 kali sehari.

Perawatan : Tingkatkan pemberian ASI. ASI mengandung bahan yang mampu membunuh mikroorganisme penyebab diare. Jika bayi sudah diberi makanan selain ASI, ubah pola makannya dengan mengurangi makanan padat atau susu formula. Jika ingin memberi obat anti diare, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter.

Durasi : 2-3 hari. Diare yang parah (frekuensi lebih dari 3 kali) sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar tubuh bayi tidak kekurangan cairan.

4. Batuk Disertai Sesak Napas

Gejala : Susah bernapas, terdengar suara mendecit dan batuk terus menerus dan kadang disertai demam.

Perawatan : Untuk melegakan pernapasan bayi, gunakan uap air hangat. Jika memungkinkan, ajak bayi berjalan-jalan ke luar rumah. Jika sesak napas tak berkurang 20 menit setelah diberi pertolongan, bawalah bayi ke dokter.

Durasi : 2 hari.

5. Muntah

Gejala : Bayi mengeluarkan kembali susu yang diminumnya.

Perawatan : Sendawakan bayi, ubah posisi tidurnya agar perut tidak tertekan. Jika bayi sering muntah atau terlihat membiru, bawa segera ke dokter.

Durasi : 1 hari.

6. Sakit Tenggorokan

Gejala : sukar menelan, kadang disertai demam ringan.

Perawatan : Jika bayi sudah mulai deberi makanan pendamping ASI, beri ia makanan dan minuman yang bersifat mendinginkan, misalnya jus buah, sayur bening. Pastikan bukan makanan atau minuman yang asam.

Durasi : 2 hari.

7. Alergi

Gejala : Tergantung bagian tubuh atau sistem tubuh bayi yang meradang karena sensitivitas yang tinggi. Jadi bisa saja berupa bercak kemerahan, bintik-bintik, dan sebagainya.

Perawatan : Singkirkan faktor penyebab alergi. Tanyakan pada dokter kemungkinan untuk memanipulasi lingkungan bayi, yaitu menggunakan bahan penyebab alergi pada bayi dan dosisnya diperbesar secara bertahap sehingga bayi tidak sensitif lagi.

Durasi : 2-3 hari

8. Sembelit

Gejala : jarang buang air besar, tinja keras, dan sulit dikeluarkan. Kadang tinja disertai dengan darah. Bayi rewel karena merasa tak enak pada perutnya.

Perawatan : Lakukan perubahan pola makan. Kurangi konsumsi makanan padat dan perbanyak asupan cairan. Jika usia bayi di atas 6 bulan, mulailah memberikan sayuran.

Durasi : 3 hari

9. Infeksi Saluran Kemih

Gejala : Panas tinggi, saat buang air kecil bayi menangis atau mengejan. Jumlah air seni sedikit, tapi pengeluaran sering.

Perawatan : Tambahkan volume minum bayi. Jika bayi masih mendapatkan ASI eksklusif, tingkatkan frekuensi menyusu.

Durasi : 2 hari.

10. Ruam Popok

Gejala : kulit kasar, terdapat lingkaran di sekeliling popok seperti luka kecil.

Perawatan : Pastikan kulit bayi selalu dalam keadaan bersih dan kering. Kalau perlu, oleskan salep antijamur.




sumber http://www.balita-anda.com/kesehatan-anakbalita/902-penyakit-pertama-si-buah-hati.html

Blog Archive